Rimba Engkulong: Bukti Kepedulian 4F Terhadap Keberlangsungan Hutan dan Kehidupan di Sekitarnya.

Rimba Engkulong: Bukti Kepedulian 4F Terhadap Keberlangsungan Hutan dan Kehidupan di Sekitarnya.

Di bagian tengah Provinsi Kalimantan Barat, terdapat suatu hutan lebat yang luput dari maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan sawit di Pulau Kalimantan. Hutan lebat tersebut menjadi tempat berlindung satwa-satwa liar, bahkan satwa yang tergolong langka atau hampir punah. Selain rumah bagi banyak jenis satwa, hutan tersebut juga menjadi simbol budaya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Rimba Engkulong.

Gambar 1.  Kondisi sebagian pepohonan yang ada di Rimba Engkulong pada tahun 2020.

Sumber: Dokumentasi kegiatan 4F.

Gambar 2. Potret bagian pinggir Rimba Engkulong sebagai demplot Agroforestry. Foto diambil pada 10 Februari 2025.

Sumber: Dokumentasi kegiatan 4F.

Rimba Engkulong berada persis di Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Rimba Engkulong merupakan salah satu dari tiga hutan adat yang ada di wilayah Desa Setawar. Rimba ini memiliki luas sekitar 117,31 hektar. Secara adat, Rimba Engkulong merupakan kepunyaan Suku Banawas, yakni suatu suku di Desa Setawar yang tersebar di tiga kampung: Kampung Setawar, Kampung Sejaong, dan Kampung Bres. Bagi Suku Banawas, Rimba Engkulong menyimpan nilai-nilai sakral yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan budaya/adat mereka.

Kebutuhan utama yang diharapkan oleh masyarakat adalah bagaimana mempertahankan rimba Engkulong sebagai warisan nenek moyang terhindar dari ancaman penebangan liar, dan pembukaan lahan untuk ekspansi tanaman monokultur yang berlebihan. Hal ini berangkat dari kekhawatiran utama hilangnya hutan berarti hilangnya sumber daya penting, keanekaragaman hayati, begitu juga nilai adat di dalamnya.

Sejak 2019, 4F, SPKS bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat desa Setawar membangun upaya perlindungan hutan di desa Setawar. Sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada konservasi hutan dan kesejahteraan petani, 4F secara khusus mendukung upaya masyarakat dalam melindungi Rimba Engkulong sebagai hutan yang memiliki nilai kerapatan yang tinggi dan juga menjadi tempat hidup banyak satwa liar, termasuk satwa yang dilindungi dan yang hampir punah.

Gambar 3. Peta penutupan lahan yang berada di Desa Setawar.

Sumber: Dokumentasi kegiatan 4F.

Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain identifikasi stok karbon tinggi (SKT) dan nilai konservasi tinggi (NKT) tidak hanya pada hutan Engkulong tetapi pada area-area yang dianggap penting bagi masyarakat (important community areas/ ICA) seperti sungai, sumber mata air, situs keramat yang ada dalam landscape desa Setawar; Penyusunan rencana managemen dan perlindungan hutan yang diintegrasikan dengan perencanaan tata guna lahan (Integrated conservation land use plan/ICLUP); Penyusunan peraturan desa (PERDES) perlindungan hutan.

Proses membangun sebuah upaya perlindungan hutan yang komprehensif terus dilakukan oleh 4F yang didukung mitra pelaksana yaitu SPKS,  pemerintah dan masyarakat desa. Proses perlindungan hutan ini juga disertai komitmen bersama dengan perusahaan perkebunan yang berada di sekitar landscape desa yaitu Agro Andala (DSN Group). Pada tahun 2024 atas dukungan pendanaan dari kedutaan Selandia baru, 4F memberikan dukungan berupa insentif dan manfaat dalam bentuk non-finansial seperti pelatihan agroforestry, good agricultural practices, termasuk pembuatan demonstration plot (demplot agroforestry) seluas 2 hektar di sekitar hutan adat Engkulong. 4F juga mendukung terbentuknya unit managemen pengelola hutan dan  pelatihan lebih lanjut kepada tim penjaga hutan dalam menyusun dan melaksanakan rencana pemantauan hutan atau patroli hutan secara berkala. Dalam mendukung aktivitas tim penjaga hutan, 4F berkontribusi dalam pembangunan  pondok pertemuan masyarakat dan para tim penjaga hutan.

Terbaru, pada tanggal 10 Februari 2025, bentuk perhatian 4F diberikan dalam rupa insentif sebesar 10 juta rupiah. Dana bantuan tersebut secara simbolis diberikan oleh Harits Yowansyah (manager program 4F) sebagai perwakilan 4F dan diterima oleh Kepala Desa Setawar Nasarius Kem. Para penjaga Rimba Engkulong beserta pemerintah Desa Setawar melihat bantuan dana dari 4F tersebut sebagai sebuah dukungan demi keberlanjutan dan pengelolaan Rimba Engkulong dalam menjaga keanekaragaman hayati dai dalamnya. Diwakili oleh Kepala Desa Setawar, mereka menyampaikan rasa Terima kasih kepada 4F yang telah memberikan perhatian khusus kepada mereka.

Gambar 4. Penyerahan insentif secara simbolis oleh perwakilan 4F, Harits Yowansyah kepada Kepala Desa Setawar yang didampingi oleh tokoh adat dan tim penjaga hutan.

Sumber: Dokumentasi kegiatan 4F.

“Terima kasih kepada donatur yang sudah membantu kami, -Desa Setawar-, terkhususnya di dalam penjagaan hutan ini. Semoga bantuan ini bisa kami manfaatkan untuk kelestarian dan keberlanjutan hutan yang ada di desa Setawar ini”, ucap Bapak Nasarius Kem.

Adria Irmina, salah satu tokoh perempuan Suku Banawas yang juga merupakan pegawai pemerintahan Desa Setawar, turut memberikan suara dan harapannya dari kegiatan 4F ini, “Kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan. Rimba Engkulong sudah dijaga oleh masyarakat Desa Setawar, harapannya kami bisa melanjutkannya dengan kegiatan ekowisata atau wisata rohani di Rimba Engkulong. Kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan yang melibatkan kelompok perempuan. Saya harap bukan hanya 4F yang membantu, tetapi dari semua pihak yang terkait bisa ikut terlibat.”

“Komitmen kami (4F) adalah terus memastikan bahwa upaya penting yang dilakukan masyarakat adat, komunitas lokal dan petani mendapatkan mendapatkan perhatian dan timbal balik yang konkrit, setara dan berkelanjutan dari berbagai stakeholders termasuk pasar komoditas utama yang diusahakan masyarakat. Apa yang dilakukan oleh masyarakat adalah bukti nyata bahwa deforestasi dapat diatasi, hutan tetap terjaga, area pangan tetap tersedia bila kolaborasi antar pihak nyata dan didukung dengan insentif dan manfaat yang setara dan berkelanjutan kepada komunitas lokal, yang melindungi hutan.” Tirza (Direktur Eksekutif 4F)