Lowongan Kerja Landscape Management Expert

Lowongan Kerja Landscape Management Expert

Published: 26 November 2025, 10:52 PM 👁 8 views

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

Landscape Management Expert

  1. Latar Belakang

Yayasan Petani Pelindung Hutan /Farmers for Forest Protection Foundation (4F) adalah satu-satunya platform yang didirikan oleh dan untuk petani kecil serta komunitas lokal dan masyarakat adat di Indonesia. 4F berperan sebagai jembatan antara petani dengan pasar, produsen, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain yang berkomitmen pada keberlanjutan dan pengurangan ketimpangan. Kegiatan Utama 4F adalah mengelola, menyalurkan, memantau dan melaporkan penggunaan dana secara efisien untuk mendukung masyarakat adat/lokal dan petani kecil yang berupaya melakukan konservasi hutan.

Melalui dukungan dari Ford Foundation dan Kementerian Dalam Negeri, 4F memberikan “Dukungan bagi Petani Kecil dan Masyarakat Adat serat Komunitas Lokal di Kalimantan untuk Penguatan Hak Atas Tanah, Inklusi dalam Pengambilan Keputusan, Manfaat Ekonomi, Akses yang Adil, dan Kesiapan Menuju Pasar Global”. Sesuai dengan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Ford Foundation tanggal 4 April 2024, program 4F selaras dengan tema “Tata kelola dan pemanfaatan sumber daya alam oleh kelompok masyarakat dan fakir miskin yang partisipatif, merata dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mitigasi dampak perubahan iklim”.

4F berkomitmen mendukung penguatan tata kelola lanskap yang berkeadilan dan berkelanjutan, termasuk memastikan adanya keseimbangan antara perlindungan hutan, peningkatan kesejahteraan petani kecil, dan kepatuhan terhadap regulasi global seperti EU Deforestation Regulation (EUDR). Untuk itu diperlukan Tim Ahli Landscape Management yang mampu menyusun analisis lanskap komprehensif sebagai dasar strategi intervensi program.

Pengelolaan lanskap (landscape management) merupakan pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek ekologis, sosial, ekonomi, dan tata kelola untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam dalam suatu kawasan. Dalam konteks penguatan petani kecil, masyarakat adat, dan komunitas lokal, pendekatan lanskap menjadi sangat relevan karena mampu melihat keterkaitan antara penggunaan lahan, praktik pertanian, konservasi hutan, tekanan eksternal (seperti ekspansi agrikultur dan industri), serta kebutuhan pembangunan ekonomi.

  1. Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Mengolah hasil identifikasi sosial, spasial, tata guna lahan , hutan, potensi komoditas dan proses partisipatif lintas pemangku kepentingan di level desa hingga kabupaten ke dalam sebuah rancangan pengelolaan tingkat lanskap di wilayah intervensi program.
  2. Menyusun analisis lanskap yang komprehensif pada wilayah intervensi program.
  3. Mengidentifikasi faktor ekologis, sosial, tata guna lahan, dan risiko yang mempengaruhi keberlanjutan lanskap.
  4. Menyusun rekomendasi pengelolaan lanskap yang terintegrasi untuk perlindungan hutan, peningkatan ekonomi petani kecil, dan kepatuhan EUDR.
  5. Memberikan dasar teknis bagi perencanaan program 4F di tingkat kabupaten dan komunitas.
  1. Ruang Lingkup Pekerjaan

Tim Ahli Landscape Management akan melaksanakan lingkup pekerjaan sebagai berikut:

  1. Review RTRW, rencana kehutanan, perizinan, serta kebijakan kabupaten/provinsi.
  2. Analisis kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan petani kecil dan perlindungan hutan.
  3. Analisis Sosial-Ekonomi Lanskap
  4. Analisis hubungan antar-aktor, arus manfaat, akses terhadap sumber daya alam.
  5. Analisis Risiko dan Peluang
  6. Risiko deforestasi, ketidakpatuhan EUDR, konflik lahan.
  7. Peluang perbaikan tata kelola, kolaborasi multipihak, dan ekonomi hijau.
  8. Rekomendasi Pengelolaan Lanskap
  9. Rekomendasi strategi tata kelola lanskap yang adil dan berkelanjutan.
  10. Identifikasi kebutuhan investasi dan intervensi prioritas.
  1. Metode Pelaksanaan

Metodologi yang digunakan antara lain:

  1. Desk Review: analisis dokumen kebijakan, peta geospasial, dan laporan relevan.
  2. Spasial tim implementasi hcs hcv toolkit
  3. Participatory Landscape Assessment: wawancara, diskusi kelompok, dan pemetaan partisipatif bersama komunitas.
  4. Stakeholder Analysis & Consultation: identifikasi aktor kunci dan konsultasi terstruktur di tingkat kabupaten.
  5. Ground-Truthing: verifikasi lapangan terhadap temuan spasial dan sosial.
  6. Synthesis & Scenario Building: merumuskan skenario pengelolaan lanskap dan rekomendasi implementatif.
  1. Keluaran (Deliverables)

Tim Ahli akan menghasilkan:

  1. Peta Lanskap (tutupan lahan, perubahan lahan, area risiko).
  2. Analisis Tata Guna Lahan dan Kebijakan.
  3. Analisis Sosial-Ekonomi Lanskap.
  4. Analisis Risiko dan Peluang Pengelolaan Lanskap.
  5. Rencana Pengelolaan Lanskap (landscape management plan).
  6. Laporan konsultasi pemangku kepentingan.
  7. Laporan akhir komprehensif.
  1. Tugas dan Tanggung Jawab  Ahli
  1. Menyusun dokumen rencana pengelolaan dan pemantauan termasuk rekomendasi dan strategi implementasi di tingkat desa hingga kabupaten yang sesuai dengan program pemerintah di tingkat landskap desa dan kabupaten i.
  2. Melakukan koordinasi intensif dengan tim 4F, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan lain dan melakukan diseminasi hasil dan rekomendasi implementasi di tingkat landskap wilayah program
  1. Durasi 

Kegiatan ini dilakukan dalam waktu 5 bulan dengan rincian sebagai berikut:

Bulan 1: Desk review, pengumpulan data, pemetaan awal lanskap.

Bulan 2: Analisis lanskap, analisis kebijakan, konsultasi pemangku kepentingan.

Bulan 3: Penyusunan rekomendasi, finalisasi dokumen, laporan akhir.

  1. Kualifikasi Tim Ahli

Adapun kualifikasi secara umum diantarnya:

  1. Minimal 5 tahun pengalaman dalam pengelolaan lanskap, kehutanan, konservasi, atau tata guna lahan.
  2. Kemampuan menganalisa hasil spasial .
  3. Pengalaman bekerja dengan petani kecil, masyarakat adat, dan pemerintah daerah.
  4. Pemahaman kuat mengenai isu lingkungan, sosial, dan tata kelola sumber daya alam.

Adapun kualifikasi secara khusus diantarnya:

  1. Pengalaman minimal 3 proyek landscape management atau perencanaan penggunaan lahan.
  2. Pengalaman dalam analisis risiko deforestasi, kebijakan lahan, dan konservasi.
  3. Kemampuan menyusun dokumen teknis dan analisis berbasis data.
  1. Mekanisme Pelaporan

Tim Ahli melapor kepada: Manajer Program 4F

Tembusan kepada: Direktur Eksekutif, Koordinator Kabupaten, Penasihat Teknis 4F

Pelaporan dilakukan secara berkala sesuai jadwal yang ditetapkan (inception, laporan tengah, laporan akhir).

  1. Etika & Kerahasiaan

Ahli wajib menjaga kerahasiaan seluruh data yang diperoleh selama penugasan dan mematuhi kebijakan organisasi serta donor.

  1. Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan ini disusun sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan program Yayasan Petani Pelindung Hutan (4F).

Cara Melamar

Kirimkan surat lamaran yang disertai CV terbaru dan surat pernyataan bersedia sebagai Landscape Management Expert melalui email ke secretariat@farmers4forest.org, dengan subjek email Landscape Management Expert , batas waktu pengiriman sampai pada 1 Desember 2025.

Share this article: